Relationship between Antenatal Care Visit Compliance and Breastfeeding Self-Efficacy in Breastfeeding Mothers

Authors

  • Rahmanisa Arifin Fakultas Keperawatan Universitas Riau
  • Erika Fakultas Keperawatan Universitas Riau
  • Sri Utami Fakultas Keperawatan Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.35654/ijnhs.v8i6.891

Keywords:

antenatal care visits, breastfeeding self-efficacy, compliance

Abstract

Background: Breastfeeding self-efficacy (BSE) is a crucial factor in the success of exclusive breastfeeding, as it reflects a mother’s confidence in her ability to breastfeed. One approach to enhancing BSE is ensuring maternal compliance with antenatal care (ANC) visits, which play a role by providing information, emotional support, and psychological readiness during pregnancy. Objective: This study aimed to examine the relationship between ANC visit compliance and BSE among breastfeeding mothers in the working area of Rejosari Public Health Center. Methods: This quantitative study employed a retrospective approach with a correlational analytic design. The sample consisted of 82 breastfeeding mothers with infants aged 0–6 months, selected using purposive sampling. Data were collected using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSE-SF) questionnaire and by observing ANC visit records from Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) books. Data analysis was performed using the chi-square test. Results: A significant relationship was found between ANC visit compliance and BSE in breastfeeding mothers (p = 0.001). Conclusion: Mothers who complied with ANC visits tended to have higher BSE compared to those who did not comply. These findings emphasize that ANC visits should be optimized as strategic opportunities for health professionals to deliver structured education, psychosocial support, and breastfeeding counseling, thereby enhancing maternal readiness and ensuring successful exclusive breastfeeding

Downloads

Download data is not yet available.

References

(1) Shofiya D, Sumarmi S, Sulistyono A, Suyanto B, Rachma RA, Rosyida ARA. The onset lactation, early initiation breastfeeding, and frequency of antenatal care as determinants of successful exclusive breastfeeding in primipara mothers. Amerta Nutr. 2024;8(2SP):15–24.

(2) Januarto AK, Ocviyanti D, Wiweko B, Wibowo N, Aryati, Aziz MA, et al. Pedoman pelayanan antenatal, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2020.

(3) Ernawati, Sunarsih T, Daryanti MS. Pengaruh self efikasi ibu menyusui dalam pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil trimester 3. Med Respati J Ilm Kesehat. 2020;15(3):217–26.

(4) Oktapiani E, Yolandia RA, Mardiyah MS. Hubungan dukungan bidan, riwayat kunjungan ANC, dan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada Praktek Mandiri Bidan Elis Desa Keposang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan Tahun 2023. SENTRI J Ris Ilm. 2023;2(5):1566–77.

(5) Kementrian Kesehatan RI. Buku kesehatan ibu dan anak. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2024.

(6) Sunarto A, Fadlina F, Agusfar AZ, Wahyuni T. Hubungan kepatuhan kunjungan antenatal care dengan cara persalinan di Puskesmas Sukaindah Kabupaten Bekasi. Muhammadiyah J Midwifery. 2024;5(1):77–86.

(7) Seviana T, Manullang EV, Wardah, Indrayani YA, Ellysa, Zolaiha, et al. Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Sibuea F, editor. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2024.

(8) Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Laporan kinerja instansi pemerintah Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Pekanbaru: Dinas Kesehatan Provinsi Riau; 2023.

(9) Delvina V. Faktor yang berhubungan dengan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu menyusui. Hum Care J. 2022;7(2):466–72.

(10) Muchtar AS, Fatmasanti AU, Musni M, Novianti I. Efikasi diri ibu terhadap efektifitas menyusui ibu post partum. J Kebidanan Malahayati. 2021;7(1):11–6.

(11) Kabariyah K, Anggorowati A. Breastfeeding self-efficacy di wilayah kerja Puskesmas Batang 1. Holist Nurs Heal Sci. 2023;6(1):12–8.

(12) Miikkulainen A, Abdirahman Mohamud I, Aqazouz M, Abdullahi Suleiman B, Sheikh Mohamud O, Ahmed Mohamed A, et al. Antenatal care utilization and its associated factors in Somalia: A Cross-Sectional Study. BMC Pregnancy Childbirth 2023;23(1):1–17.

(13) Ismail IU, Harahap AS, Siregar YD. Hubungan riwayat ANC, riwayat IMD, dan dukungan sosial terhadap pelaksanaan ASI eksklusif di Kota Binjai. J Kesehat Ilm Indones. 2024;9(1):77–84.

(14) Wardiah A, Rilyani, Arizandi A. Hubungan dukungan keluarga terhadap efikasi diri ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif di Puskesmas Sumur Batu Kota Bandar Lampung Aryanti. MANUJU Mahaliyati Nurs J. 2021;3(4):627–35.

(15) Yuliani DR, Aini FN, Winarso SP, Amalia R. The breastfeeding self-efficacy scale-short form (BSES-SF) versi Indonesia: studi pendahuluan uji validitas dan reliabilitas. J Midwifery Sci Basic Appl Res [Internet]. 2023;5(2):38–42. Available from: http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/JOMISBAR/manager

(16) Pratiwi DA, Alfitri R, Safitri R. Hubungan breastfeeding self-efficacy terhadap kesuksesan ASI Eksklusif di Total Life Clinic Surabaya. J Public Heal Innov. 2024;4(2):410–6.

(17) Rahmawati A, Wahyuningati N. Tipe eksklusifitas pemberian ASI berdasarkan paritas dan usia ibu menyusui. J Citra Keperawatan. 2020;8(2):71–8.

(18) Suhartiningsih ED, Samaria D. Gambaran karakteristik ibu menyusui di Group Exclusive Pumping (E-Ping) Mama Indonesia. Nurs Curr J. 2020;8(2):168–77.

(19) Zubaida A, Immawati, Dewi TK. Penerapan pendidikan kesehatan tentang ASI Ekslusif pada ibu menyusui di Puskesmas Iringmulyo Metro Timur. Cendikia Muda. 2024;4(2):194–200.

(20) Apriani R, Rohani T, Darmawansyah. Factors associated with exclusive breastfeeding at the Muara Pinang Inpatient Health Center, Empat Lawang Regency. J Kebidanan Manna. 2023;2(1):7–22.

(21) Rahayu S, Zulala NN. Hubungan usia ibu dengan pencapaian ASI ekslusif di Puskesmas Pajangan. J Inf dan Promosi Kesehat. 2023;2(2):129–41.

(22) Afrida RR, Sulistyorini Y. Hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan bayi. Holistik J Kesehat. 2024;18(6):795–803.

(23) Damayanti M, Sofyan O. Hubungan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Sumberan Sedayu Bantul tentang pencegahan Covid-19 Bulan Januari 2021. J Farm. 2021;18(2):220–6.

(24) Pertiwi AP, Mu’ti A, Buchori M. Gambaran pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dan cara pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Segiri Samarinda. J Kedokt Mulawarman. 2022;9(3):103–9.

(25) Novianita S, Fikawati S, Maris Bakara S. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Cipayung Kota Depok. Media Penelit dan Pengemb Kesehat. 2022;32(1):17–28.

(26) Setiadewi R, Hasanah O, Lestari W. Gambaran permasalahan pemberian ASI pada 6 bulan pertama. J Med Hutama [Internet]. 2021;04(03):3441–3449. Available from: https://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/634

(27) Olya F, Ningsih F, Ovany R. Hubungan status pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas Menteng Tahun 2022. J Surya Med. 2023;9(1):137–45.

(28) Anindia LS, Widjanarko B, Kusumawati A. Determinan perilaku pemberian ASI eksklusif pada ibu usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Genuk Kota Semarang. Media Kesehat Masy Indones. 2021;20(4):240–50.

(29) Amiruddin AD, Veriyani FT, Khotimah S. Hubungan paritas dan tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan teknik menyusui yang benar di wilayah kerja Puskesmas Sialang. J Ilmu Kesehat Dharmas Indones. 2023;3(1):7–12.

(30) Retnawati SA, Khoriyah E. Relationship of parity with exclusive breast milk in infants age 7-12 months. Estu Utomo Heal Sci Ilm Kesehat [Internet]. 2022;16(1):15–19. Available from:https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/JEU/article/view/580/432

(31) Sari RI, Harmanto. Gambaran kepatuhan ibu hamil pada pelaksanaan kunjungan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Lasalimu Kabupaten Buton. J Ilm Kebidanan [Internet]. 2023;15(1):259–68. Available from: https://stikes-nhm.e-journal.id/JOB/article/view/1050

(32) Rahmi J, Darmayanti D, Sumarni R, Zahrah FN, Febbyanti B. Health education on the techniques of milking, storing and giving breastfeeding women in Kadamangan Village 1. J Abdi Masy. 2020;1(1):55–61.

(33) Cahyalestari H, Arya ID, Gurnida DA. Breastfeeding self-efficacy pada ibu menyusui di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Tahun 2019. Vol. 8, eJournal Kedokteran Indonesia. Bandung; 2020. p. 179–84.

(34) Muaningsih, Rachmawati IN, Afiyanti Y. Faktor yang mempengaruhi breastfeeding self-efficacy di Rumah Sakit Sayang Ibu Bayi dan Non-RSSIB. Jurnal Penelit Terap Kesehat. 2023;10(1):24–35.

(35) Tunny R, Astuti AD. Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Rijali Kota Ambon. J Ilmu Kedokt dan Kesehat Indones. 2023;2(1):153–62.

(36) Sudarmi, Rumintang I, Anggraeni NPDA, Halimatussyaadiah. Pelayanan antenatal terpadu dengan praktek konseling menyusui meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif. Jakarta: Nuansa Fajar Cemerlang; 2025.

(37) Gonzales AM. Breastfeeding self-efficacy of early postpartum mothers in an Urban Municipality in the Philippines. Asian Pacific Isl Nurs J. 2020;4(4):135–43.

(38) Amahoru RG, Titaley CR, Asmin E, Susanto AR. Knowledge and breastfeeding experience are associated with high levels of exclusive breastfeeding self-efficacy in pregnant women from Dobo, Maluku. Indones J Heal Promot Heal Educ. 2022;10(2):157–63.

(39) Widiastuti YP, Ramayanti ED. Tingkat pengetahuan ibu menyusui berpengaruh terhadap upaya untuk meningkatkan produksi ASI selama pandemi COVID 19. J Penelit dan Pemikir Ilm Keperawatan. 2021;7(2):97–106.

(40) Masri AKS, Suhartatik, Syam A. Faktor-Faktor yang berhubungan dengan efikasi menyusui. J Ilm Mhs dan Penelit Keperawatan. 2022;1(5):713–20.

(41) Riyanti E, Subriah, Dewi T, Firdausi R, Rahmawati A, Yanti AD. Breastfeeding self-efficacy dan intervensi holistik untuk keberhasilan ASI eksklusif. Jakarta: Nuansa Fajar Cemerlang; 2025.

Downloads

Published

2025-12-20